01/01/11

Susu anti flu burung

0 comments
Dari Viva News ada artikel menarik seputar riset dan penelitian anak negeri terkait flu burung, berikut ini:
Susu Anti Flu Burung dari Bogor
Memadukan susu dan telur ayam, Rahmat Hidayat menemukan susu anti diare dan flu burung.
VIVAnews - Dalam setahun terakhir, ada kesibukan tak biasa di laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Bersama timnya, Rahmat Hidayat menggeluti riset yang sangat berguna bagi anak-anak, dan kaum lanjut usia. Peneliti itu sedang meracik bahan susu formula baru.
 Semoga bermanfaat teman-teman. Selamat untuk IPB atas prestasinya.
Read full post »

31/12/10

Riset: Flu mungkin berhubungan dengan depresi

0 comments
Setelah lama tidak mem-posting di blog ini, saya mau share sesuatu yang menarik terkait flu. Dibawah ini cuplikan artikel dari http://www.futurity.org bertajuk Flu funk may have ties to depression:
Flu funk may have ties to depression
Scientists were able to produce “despair-like” behavior in mice by activating the immune system. Details are reported in the journal Neuropsychopharmacology.
“Many people exhibit signs of lethargy and depressed mood during flu-like illnesses,” says Randy Blakely, a professor of pharmacology and psychiatry at Vanderbilt University. “Generally these have been treated as just a consequence of being physically ill, but we think there is likely to be something more brain-centric at work here.” [...]
Semoga gak ada hubungannya antara masyarakat Indonesia yang mudah "depresi" dengan masih adanya flu burung disini, at least pada unggas.
Flu Burung Serang Majalengka, 987 Ayam Mati Mendadak
Flu burung kembali menyerang unggas di Indonesia. Dari Majalengka, ditemukan ratusan ekor ayam yang mati di Desa Nunuk, Kecamatan Maja, selama satu pekan terakhir. [...] 
 Anyway, selamat tahun baru 2011.
Read full post »

03/10/10

Jumpa lagi setelah sekian lama. Dan flu burung sudah muncul kembali

1 comments
Mohon maaf flu freaks. Setelah beberapa lama saya tidak meng-update informasi tentang flu, baik di Indonesia maupun di dunia. Yang terjadi adalah, saya sedang menjalankan pekerjaan yang cukup menyita waktu.
Posting ini saya buat karena ada informasi yang cukup mendesak untuk dapat saya sampaikan. Yaitu tentang merebaknya kembali kasus flu burung di Indonesia di Sulawesi. 
Mungkin diawali pada pemberitaan dibawah ini, pada tangal 24 September 2010, ketika diinformasikan oleh Liputan6.com bahwa terjadi kematian ayam yang mendadak dan meluas, suatu parameter terjadinya wabah flu burung.

Ayam Terjangkit Flu Burung Kembali Ditemukan
Liputan 6
Liputan6.com, Pinrang: Lebih dari 300 ekor ayam kampung ditemukan petugas Dinas Peternakan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Utara, mati secara mendadak di Kecamatan Watang Sawitto, Lanrisang, dan Paleteang, Jum`at (24/9). Ratusan ayam yang positif terjangkit virus flu burung H5N1 langsung dimusnahkan dengan membakarnya di dalam tanah. [...]
Setelah itu, seperti yang diwaspadai, muncul pemberitaan mengenai munculnya penderita flu burung yang diduga merupakan dampak dari kejadian sebelumnya seperti beberapa kutipan pemberitaan dibawah ini:

Delapan Warga Dicurigai Flu Burung
Fajar
PINRANG -- Dinas Kesehatan Pinrang melakukan observasi pada delapan warga yang dicurigai terinfeksi virus H5N1 penyebab penyakit flu burung. Observasi menyusul ditemukannya 5000 ternak unggas jenis ayam potong mati di Kecamatan Lanrisang. [...]
Pinrang KLB Flu Burung
Fajar
Petugas menyemprotkan obat ke ayam yang diduga terserang flu burung di Dusun Paladang Kecamatan Lanrisang, Pinrang, Sabtu lalu. [...]
Pemberitaan selanjutnya yang mengikutinya banyak menginformasikan tentang jumlah pasien yang dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar hingga pasien tersebut membaik seperti diberitakan oleh Tempo Interaktif:
Empat Pasien Tersangka Flu Burung Membaik
Tempo Interaktif
TEMPO Interaktif, Makassar - Kesehatan empat pasien tersangka virus flu burung yang dirawat di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo [...]
Saya yakin, kewaspadaan dan sosialisasi pencegahan pasti digencarkan oleh Pemerintah setempat. Respon disana cukup baik. Semangat kerja petugas Dinas Peternakan tinggi. Kendala yang berhubungan dengan sosial dan kemasyarakatan harus menjadi tantangan yang dicermati. Dukungan Pemerintah Pusat dan lembaga internasional mungkin cukup baik pula disana. Dan dengan tidak merasa puas telah menjalankan penanganan pada kasus sebelumnya tidak menurunkan upaya pengendalian selanjutnya di wilayah tersebut serta di wilayah  sekitarnya....
Seperti berita yang baru saya terima pagi ini:
200 Warga Sakit dan Tiga Wafat di Pulau Badi
Tribun Timur
Ada yang menyebutnya karena flu burung, tapi warga dan pemerintah setempat tidak bisa membenarkan atau memastikan dugaan itu karena hanya tenaga kesehatan ...
 Dan itu merupakan berita yang penting untuk dicermati.

Bagaimana Pemeritah kita menanggapinya? Setelah akan dibentuknya Komnas Zoonosis?
Komnas Zoonosis Dibentuk
KOMPAS.com
Tiga penyakit yang akan menjadi fokus di awal pembentukan adalah flu burung, antraks, dan rabies. Agung berharap, dengan pembentukan komisi ini [...]
Mari kita tunggu.
Read full post »

04/09/10

Riset: Virus flu burung yang bermutasi dapat menjangkiti manusia

0 comments
Dikutip dan diterjemahkan dari THE ASAHI SHIMBUN melalui artikel berjudul "Mutated avian flu can infect humans" oleh Yuri Oiwa berikut ini:
Para peneliti telah menemukan strain A flu burung yang sangat patogen (H5N1) yang bermutasi pada babi di Indonesia telah memperoleh kemampuan untuk menginfeksi manusia.

Penemuan ini dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh virologist Yoshihiro Kawaoka dari University of Tokyo Institute of Medical Science. "Ada kekhawatiran bahwa virus flu yang sangat mematikan yang dapat dengan mudah menular kepada manusia dapat menyebar tanpa diketahui," kata Kawaoka. "Babi harus diuji untuk virus bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala."

Kawaoka dan peneliti Jepang lainnya, bekerja sama dengan Indonesia di Universitas Airlangga. Aktivitasnya yaitu memeriksa hidung, kotoran dan sampel serum dari 702 babi yang dipilih secara acak di 14 propinsi 2005-2009. Dari babi diperiksa 2005-2007, 7,4 persen menghasilkan strain flu burung, yang mempelajari lebih lanjut menunjukkan berasal dari wabah pada unggas di lingkungan ini. Di antara 39 sampel virus dianalisis, satu ditemukan memiliki kemampuan untuk menulari sendiri hidung manusia atau sel tenggorokan.
 
Dalam survei 2008-2009, babi menunjukkan bekas infeksi masa lalu, tapi tidak ada virus diisolasi.
Flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia. Tapi karena babi rentan terhadap kedua virus, fluburung dan flu manusia, strain flu tersebut diyakini telah bermutasi dalam babi yang terinfeksi. [...]
Selengkapnya klik disini http://www.asahi.com/english/TKY201009010306.html

*Coba saja media Indonesia yang pertama kali mem-publish-nya.
Read full post »

15/08/10

Pandemi telah berakhir. Apa selanjutnya? (Jurnal Eurosureillance)

0 comments
Pada tanggal 10 Agustus 2010 Margaret Chan, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengumumkan bahwa dunia telah pindah ke periode pasca-pandemi. Keputusan ini merupakan hasil pembahasan dari the Emergency Committee WHO, dimana situasi penyebaran flu A (H1N1) 2009 atau flu babi telah mencapai tingkat yang rendah.

Berikut ini adalah kutipan - kutipan dari media massa nasional:
Antara, 11 Agustus 2010: WHO: Berakhir Sudah Pandemi Flu Babi
Jenewa (ANTARA News) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, pandemi flu babi sudah berakhir dan keterjangkitannya secara global tidak seperti yang ditakutkan lebih dari setahun lalu.Kepada pers di Jenewa, Selasa, Dirjen WHO, Margaret Chan, kembali membantah kritik bahwa pihaknya membesar-besarkan kasus pandemi flu H1N1 pertama dalam lebih dari 40 tahun itu. [...]
Jawa Pos, 12 Agustus 2010: Pandemi Flu Babi Berakhir
[...] Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menerangkan, berakhirnya pandemi tersebut bukan berarti mengakhiri serangan virus flu babi di Indonesia. Menurut dia, seluruh pusat pelayanan kesehatan tetap waspada. "Tidak ada perlakuan yang berbeda. Semua akan sama (tetap waspada, Red)," tegasnya Tjandra saat dihubungi Jawa Pos kemarin (11/8). [...] Dalam pengumumannya, Dirjen WHO Margaret Chan menjelaskan, saat ini secara global tingkat dan pola penularan H1N1 berbeda setelah diamati selama pandemi. Wabah tidak lagi terjadi. Kendati begitu, kata dia, berdasarkan hasil laporan, kemungkinan virus tersebut masih bisa menjangkiti kelompok usia muda. "Termasuk, orang-orang muda dan sehat," ujarnya.
Namun, bagaimana selanjutnya? Suatu Jurnal atau mungkin bisa dikatakan sebagai artikel menarik dari Eurosurveillance bertajuk The end of the pandemic – what will be the pattern ofinfluenza in the 2010-11 European winter and beyond?, dalam artikel tersebut disebutkan:

[...] Tidak bisa diasumsikan bahwa pandemi influenza yang akan datang akan lebih buruk dari sebelumnya. Mungkin saja lebih ringan dan/atau justru menulari kelompok-kelompok yang berbeda. Itu adalah sifat virus influenza yang selalu berubah.
[…] Bahwa flu A (H5N1) masih ada. Pesan utama dari ECDC (Lembaga Kesehatan Eropa) adalah memastikan pemantauan penyakit yang tepat dan kemampuan analisis untuk menanggapi wabah, selanjutnya yaitu memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi terus berjalan. Semua hal tersebut bukan hanya untuk mewaspadai wabah flu, akan tetapi untuk penyakit lainnya.
Oleh karena itu, berakhirnya pandemi flu A (H1N1) bukan berarti virus tersebut telah hilang, justru itu, hal ini merupakan suatu titik tolak untuk melaksanakan evaluasi dan introspeksi terhadap kebijakan kesehatan kita yang lalu.

Apakah kebijakan kesehatan pemerintah dalam pengendalian flu A (H1N1) yang lalu  sukses? Saya pribadi tidak meyakininya. Maka itu, kita jadi punya waktu untuk mempersiapkan untuk yang "lain." Dan untuk Indonesia, flu burung masih ada...
Read full post »

08/08/10

Jurnal: The impact of the pandemic influenza A(H1N1) 2009 virus on seasonal influenza A viruses in the southern hemisphere, 2009

0 comments
Berikut ini adalah jurnal yang di-publish oleh Eurosurveillance berupa informasi penting yang dapat membantu dalam mengambil keputusan mengenai pemilihan jenis vaksin, pencegahan dan strategi terapi pasien dalam menghadapi flu musiman dan flu H1N1. Selamat membaca.

Introduction

Historically influenza pandemics have been associated with replacement of the previously circulating influenza A subtype, as was observed in 1957 when influenza A(H2N2) replaced A(H1N1), and in 1968 when influenza A(H3N2) subsequently replaced A(H2N2). As global viral surveillance was limited during the pandemics of 1957 and 1968, the proportion of disease attributable to seasonal influenza viruses during the early pandemic periods and the rate of subtype replacement are uncertain. It is postulated that cross-protective immunity following infection with a pandemic influenza virus results in protection against circulating seasonal influenza subtypes. This protection results in displacement and replacement of seasonal influenza subtypes by pandemic viruses [1-3]. Co-existence of different subtypes is possible when the introduction of a virus does not generate a pandemic. The reintroduction of an influenza virus in a context of considerable residual herd immunity, as was observed with influenza A(H1N1) in 1977, can result in co-circulation of more than one influenza subtype [1,3]. We cannot be certain whether emerging pandemic influenza strains will replace or co-exist with the previously circulating subtypes or strains, and if replacement is observed, how quickly this will occur. As this outcome has implications on the selection of viruses to be included in influenza vaccines, improved surveillance and rapid influenza A subtyping methods have important roles to play in monitoring the circulation dynamics of influenza strains during modern epidemics and pandemics.

The pandemic influenza A(H1N1) 2009 virus was first identified in April 2009 [4-6]. As its detection in the northern hemisphere coincided with declining seasonal influenza activity, the impact on the circulation of seasonal influenza viruses could not be fully assessed [7]. In contrast, the first wave of the pandemic influenza virus in the southern hemisphere coincided with the onset of the winter influenza and respiratory virus season. Thus, data obtained from the 2009 southern hemisphere winter provide an opportunity to examine the circulation dynamics of pandemic and seasonal viruses during the early pandemic period.

This report presents data obtained by five World Health Organization (WHO) National Influenza Centres in the southern hemisphere for the winter of 2009. The pattern of circulating pandemic and seasonal influenza A strains in the southern hemisphere provides important information that can contribute to decision making regarding vaccine strain selection, and preventative and therapeutic strategies.[...]
Selengkapnya dapat dibca di link ini http://www.eurosurveillance.org/ViewArticle.aspx?ArticleId=19631
Read full post »

31/07/10

Update Data Pandemi Flu H1N1

0 comments
Diperoleh dari situs WHO, Pandemic (H1N1) 2009 - update 111 berikut ini:
 Selengkapnya klik disini http://www.who.int/csr/don/2010_07_30/en/index.html
Read full post »

18/07/10

Kasus Flu Burung di Sukoharjo

0 comments
Berita mengejutkan dari Sukoharjo, Jawa Tengah, yaitu kembali flu burung menimbulkan korban. Yaitu seorang gadis remaja berumur 14 tahun. Sejak tanggal 17 Juli 2010 berita ini mulai diterbitkan media lokal Solo Pos dan sampai sekarang gemanya sudah mencapai beberapa media nasional lainnya.

Secara garis besar, pihak Dinas Kesehatan Sukoharjo masih berusaha semaksimal mungkin menentukan asal penularan tersebut dan berbagai usaha preventif sedang dilakukan. Secara pribadi, saya hargai dan saya harapkan adanya upaya lebih koordinatif dengan pihak kedinasan lainnya yang terkait khususnya Dinas Peternakan untuk menindaklanjuti laporan serta situasi penyebaran flu burung dari sisi kehewanan di wilayah tersebut.

Berikut ini adalah tampilan hasil pencarian saya melalui Google News:


Link-link berita yang dapat saya sharing-kan antara lain dari:

  1. Kompas
  2. Solopos
  3. Media Indonesia
Read full post »

Update data flu H1N1 per 16 Juli 2010

0 comments
Dikutip dari situs WHO: Pandemic (H1N1) 2009 - update 109, berikut ini:
16 July 2010 -- As of 12 July, worldwide more than 214 countries and overseas territories or communities have reported laboratory confirmed cases of pandemic influenza H1N1 2009, including over 18337deaths.
Situation update:
Worldwide, overall pandemic influenza activity remains low. The most active areas of pandemic influenza virus transmission currently are in parts of South Asia, West Africa, and Central America. In the temperate zone of the southern hemisphere, pandemic and seasonal influenza activity has remained low during the first half of the southern hemisphere winter, except in South Africa, where increased detections of primarily seasonal influenza viruses (type B and H3N2) were reported during late June and early July 2010. Seasonal influenza H3N2 viruses continue to circulate at varying levels across parts of the Americas, Africa, and Southeast Asia. Increased seasonal influenza activity continues to be observed in several countries of Central America. [...]

Selengkapnya klik disini http://www.who.int/csr/don/2010_07_16/en/index.html
Read full post »

13/07/10

WHO: Pandemic (H1N1) 2009 - update 108

0 comments
Dikutip dari situs WHO disebutkan bahwa total negara yang telah positif tertular flu H1N1 adalah 214 negara dengan kematian berjumlah 18.311 orang (per 4 Juli 2010).

Selengkapnya klik disini http://www.who.int/csr/don/2010_07_09/en/index.html
Read full post »
 

Copyright © infoflu Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger